Dampak buruk High heels bagi transgender dan perempuan

Anggapan yang menyebut beauty is pain, terasa pas banget bagi kita yang terbiasa menggunakan sepatu berhak tinggi atau high heels dalam kesehariannya, terutama teman-teman di kalangan Transgender Male to Female atau waria dan perempuan lainnya.

Meskipun terasa sakit dan menyiksa, namun dengan alasan agar terlihat cantik dan modis mereka pun kerap melupakan 'siksaan' akibat rasa sakit di kaki.

Meskipun dapat memberikan kesan anggun, namun sebuah studi yang dilakukan di Australia seperti dilansir CNN, menunjukkan bahaya yang disebabkan karena menggunakan high heels dalam waktu lama. Penelitian yang dilakukan selama 2 tahun ini melibatkan dua kelompok perempuan yang menggunakan high heels dan tidak.

Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan otot pada bagian betis untuk pemakai high heels. Hal ini dikarenakan otot betis berkontraksi dan menyesuaikan dengan sudut high heels. Akibatnya, otot menjadi tegang dan lebih pendek.

Sebagai konsekuensi jika terjadi peregangan berlebih pada betis, maka akan terjadi pemendekan otot di bagian betis. Seorang biomechanicts menyebut perempuan yang kerap menggunakan high heels lebih mungkin terserang kejang otot dan cedera karena posisi tubuh yang tidak seimbang.

Pemakaian dalam jangka waktu panjang dapat meningkatkan risiko radang pada ibu jari, kerusakan tulang telapak kaki, dan meningkatkan risiko jari kaki melengkung. Selain itu hak yang terlalu tinggi juga dapat membuat kaki melengkung ke bagian depan sepatu karena beban tubuh hanya tertumpu pada jari-jari.

Untuk model sepatu berhak yang tertutup, kemungkinan jari sakit semakin besar karena terkena dinding sepatu. Selain rasa sakit pada bagian betis dan lutut, penggunaan sepatu berhak tinggi juga dapat mengubah postur tubuh hingga berujung tumor pada bagian kaki.
Jadiii.. Cantik dan anggun itu gak selamanya harus menyiksa diri ya guys ;)

Oleh Fyan Abdullah
Thursday, November 27, 2014

Gatal : Alergi atau IMS ?

Sobat bronis, terkadang kita bingung dan takut bila melihat di sekitar daerah penis kita ada yang aneh, semisal bintik merah sekitar alat vital atau tiba-tiba berasa gatal banget. Terus digaruk kayak ada cairannya.

Jangan parno dulu dengan mengira itu adalah salah satu panyakit kelamin atau IMS, tidak segampang itu lho sobat bronis.

Berikut ini ada berapa hal tentang penyakit yang bisa saja muncul di sekitar alat vital kita.

1. Tiba - tiba Kulit kemaluan berwarna kemerahan dan merasa gatal Sobat bronis, mungkin itu adalah Contax dermatitis atau alergi. Coba deh diingat, kamu habis ngapain. Misalnya hal itu bisa terjadi bila ternyata kamu alergi kondom lateks, atau reaksi deterjen pencuci celana dalam, atau lotion, atau bahkan parfum yang dipakai pasanganmu. Dari pada sobat bronis bingung itu kenapa, coba deh kamu pergi ke dokter untuk mengetahuinya dan menjalani tes alergi. Sementara itu, minumlah obat antihistamine seperti Benadryl atau Claritin untuk menghilangkan rasa gatal.

2. Ruam gatal dan merah terang di pangkal paha, persis di dekat penis: Jock Itch atau Tinea Cruris (infeksi jamur di daerah organ seks). Kalau sobat bronis mengalami hal itu, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah ganti celana dalam yang berbentuk segitiga itu ke celana boxer. Bubuhi bedak di pagi hari agar kering sepanjang hari. Pada kasus yang lebih berat, dokter akan memberikan krim anti-jamur.

3. Noda berwarna kuning berserpih dan berdarah bila digaruk: Psoriasis. Coba deh sobat bronis lihat apa mungkin kamu menemukan masalah yang sama di siku, lutut, pusar, kulit kepala, di jari-jari tangan, serta kaki. Coba kamu berenang di air bergaram atau laut bisa kah membersihkannya. Jika masalahnya cukup berat, dokter mungkin akan memberikan resep obat oles anti inflammatory steroid atau yang non steroid.

4. Kulit kemerahan dengan serpihan berminyak kekuningan, tetapi tidak berdarah: Seborrheic Dermatitis. Masalah kulit ini juga dapat terjadi di dada, dekat alis, atau di belakang telinga. Obati dengan Selenium sulfide shampoo, seperti Selsun Blue atau yang berisi salicylic acid atau ketoconazole.

5. Ruam dengan serpihan berwarna putih di lipatan kulit: Eksim. Bisa terdapat di siku dan di belakang lutut. Obati dengan lotion anti-gatal atau krim hydrocortisone. Segala sesuatu yang tak sembuh setelah diobati, plus benjolan tak beraturan, kemungkinan kanker kulit. Sobat bronis perlu mengunjungi spesialis untuk biopsi di daerah yang terkena.

Oke sobat bronis jangan takut dulu ya . Lebih baik kalo merasa nggak nyaman di daerah vital langsung aja periksa ke dokter yang kalian percaya. Mencegah memang lebih baik daripada mengobati. Jaga kesehata ya sobat bronis !

Sumber : majalah men's health Indonesia

Oleh Wiewied Wikentyoso
Wednesday, November 26, 2014
Tag :

WeChat: Mencari tantangan dalam pertemanan

Pada tau Grindr, Jack'D, Hornet dan juga Growlr ? At least dua nama yang disebutkan paling umum didengar oleh kita semua Sobat Bronis, Hayo... Ngaku... Mungkin ada yang gemar banget menggunakan salah satu aplikasi tersebut ?

Pengembang dari aplikasi-aplikasi tersebut memang menyengajakan penggunanya adalah dari kalangan kelompok gay, biseksual laki-laki ataupun LSL. Lalu, ada beberapa pula aplikasi seperti Badoo yang penggunanya ditujukan untuk umum akan tetapi metode filter berdasarkan jenis kelamin dan umur serta ketertarikan seksual memudahkan sobat bronis untuk mencari kenalan antar sesama.

Disini kita tidak akan membahas aplikasi-aplikasi media sosial yang sudah disebutkan sebelumnya. Ada satu aplikasi umum yang semua orang bisa bercakap-cakap satu sama lainnya dan inilah obyek yang akan kita kupas.

Wechat !!!  
Mengapa Wechat ? Wechat sendiri besar sejalan dengan booming-nya beberapa aplikasi chatting seperti BBM, Whatsapp dan Line. Metode pencarian kenalan Wechat berdasarkan jarak atau yang biasa kita sebut look around based on our people nearby.

Menantang, itulah alasan terbesar kenapa beberapa sobat bronis suka menggunakan Wechat untuk mencari kenalan sesama jenis. Penulis sendiri, yang notabene adalah seorang gay tidak asal menyapa seseorang dengan send greeting sembarangan. Penulis terbiasa menggunakan bakat alam yaitu GAYDAR (gay radar). Terus apa sih yang bisa sobat bronis gunakan untuk mencari kenalan sesama jenis lewat wechat, dan tentunya menggunakan gay radar kita agar tidak salah orang... Males banget kan, seketika greetings, lawan percakapan ternyata seorang homophobic.

Berikut mungkin bisa dijadikan tips untuk mencari kenalan via Wechat dengan bantuan Gay Radar :

1. Lihat foto profil dan status orang tersebut  Nah, yang pertama harus Sobat Bronis lakukan adalah mengamati foto profil orang tersebut. Kita harus yakin, gay radar kita berfungsi seperti Pheromone pada koloni semut. Amati tiap sudut dari foto orang tersebut, dan juga biasanya raut muka orang bisa kita baca sekilas apakah orang tersebut ada “tampang” homoseksual atau heteroseksual. Oke lah semisal kita baru greeting 'Hai' ... lalu dia tidak membalas dan malahan menulis status 'Homo mati aje loe' ,tinggalkan jenis seperti ini. Lalu jika kita sedang mujur ada respons balik dari orang tersebut walaupun kata 'Iya' it's time to you for starting introduction. Lihat status dan analisa bahasa statusnya. Biasanya, dengan mencari tahu apakah orang tersebut memasang foto palsu akan tetapi menggunakan bahasa yang santun, jelas kiranya sobat bronis lebih bisa mengapresiasi kondisi tersebut. Namun ingat, kita hanya ingin tahu orang tersebut sesuai dengan kriteria kenalan yang kita cari bukan ? Tukar foto bisa jadi jalan terbaik.

2. Bahasa dan tulisan lawan bicara menggambarkan orangnya  Amati cara dia membalas pesanmu, bila respons dia cepat, tanyakan apa kegiatan sehari-harinya, mungkin dari pekerjaan. Dan usahakan memancing lawan chat bertanya balik ke kita. Boleh jadi jika dia lama membalas tanyakan saja 'Lagi sibuk ya' , tapi justru jika orang tersebut cepat merespons kita padahal dia sedang ada pekerjaan tanyakan juga 'Emang lagi gak sibuk' ? Jawaban inilah yang bisa kita gunakan untuk menginisiasi kira-kira bagaimana sih sifat orang tersebut. Jangan lupa, cara pengetikan juga bisa jadi bahan pengamatan sobat bronis, setidaknya bisa kita amati dari penggunaan singkatan, panjang pendek kata yang dibalas, penggunaan punctuation dan lain-lain.

3. Share what you looking for And Be Honest  Tidak apa-apa kok kalau niatnya hanya mencari teman atau sekedar berkenalan, untuk serious relationship atau sekedar fun, why not ? Sekali lagi minta orang tersebut untuk saling bertukar foto. Kita juga harus jujur dengan posisi orientasi kita, penting gak penting, terkadang diantara sobat bronis sendiri masih menggunakan pertanyaan-pertanyaan terkait preferensi seksual dengan bertujuan untuk menemukan kenyamanan. Kejujuran memang penting kan entah itu untuk sebuah persahabatan, maupun hubungan yang lebih dari itu. Chat dengan santun sesuai dengan umur dan tingkat kedewasaan dari lawan chat kita, kalau memang klik buat nyaman saja. Oh ya, sering-sering yah komen di-moment yang di-share orang tersebut. Gunakan fitur voice call atau video call agar bisa mendengar persis tipe suara dari orang tersebut. Selain dari foto dan tulisan, suara boleh jadi indikasi untuk menentukan lanjut atau tidak. Setidaknya, sebelum terlanjur ilfil bila memutuskan ke tahap ketemuan dan ternyata tidak sesuai.

4. Ketemuan   Nah ini yang biasanya menentukan sekali. Usahakan sobat bronis sudah mengenal teman chat yang kita ajak ketemuan ini telah melewati beberapa tahap (waktu yang lebih lama). Disarankan sih, tidak usah berbagi nomor handphone, kepo facebook, twitter dan lain-lain. Ketemu di tempat yang benar-benar nyaman dan aman. Tanyakan dia memakai dresscode apa dan posisi persisnya dimana. Jangan lupa untuk charge handphone kamu dalam keadaan penuh atau bawa powerbank yang terisi dan juga paket data internet yang full karena satu-satunya komunikasi antara kalian hanya menggunakan wechat.

Apakah resiko bila ternyata setelah bertemu tidak cocok ? Tidak masalah, komunikasi yang baik membuat pertemanan di wechat lebih akrab. Namun, disarankan bila ternyata attitude-nya memang sangat tidak cocok dengan prinsip kita. Ada tombol blocklist kan ?

Sobat Bronis, salah satu keuntungan kita bisa berkenalan dengan beberapa orang dari Wechat yang sebenarnya bukan gay tetapi mereka merupakan orang yang bisa menerima keadaan kita (tidak homophobia). Kita bisa share tentang informasi terkait LGBT dari sudut pandang kita. Dan secara gak langsung gaydar kita semakin terasah 

Oleh Jude Manzano
Tuesday, November 25, 2014

Menjadi Sahabat LGBT, Kenapa tidak ?

Bronis, menjalankan hidup sebagai LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) di Indonesia tidaklah mudah. Pandangan masyarakat yang masih belum memihak bahkan sampai dengan perlakukan diskriminatif dan kekerasan membuat tingkat stress sebagian besar LGBT tinggi.

Sangatlah diperlukan teman-teman atau orang-orang yang sangat mengerti dan memahami situasi dan persoalan yang mereka hadapi. Nah, apakah sobat bronis punya teman seorang LGBT ? dan ingin sangat menjadi bagian yang sangat berarti dalam hidupnya ? Kami punya tips-nya, ayo disimak bersama !

1. Menjadi seorang teman dari LGBT, is all about listening.  Mendengar keragaman suara, kebutuhan, curhatan dari kelompok yang termarjinalkan akan membuat kita semakin memahami inti dari permasalahan yang mereka hadapi. Kelompok LGBT-lah yang mengalami kekerasan dan perlakuan tidak adil, bukan para pemuka agama radikal, bukan para orang tua atau teman-teman kalian yang membenci LGBT. Jika ingin betul-betul memahami mereka, dengarkanlah mereka.

2. Jangan berhenti untuk belajar. Menjadi teman LGBT adalah sebuah proses belajar yang terus-menerus. Kita harus dapat terus-menerus mengedukasi diri kita mengenai kelompok ini. Mulai dari kebutuhan mereka sampai dengan bagaimana masyarakat atau bahkan kebijakan merespon kelompok ini. Proses belajar berkelanjutan diperlukan karena semua hal ini adalah hal yang dinamis dan terus berubah.

3. Selalu berpikiran terbuka. Banyak dari mereka yang masih sulit untuk menyesuaikan diri sebagai teman dari LGBT karena masih mengedepankan nilai-nilai pribadi. Sobat bronis, berpikiran terbuka akan membantu kita bukan hanya untuk memahami seseorang dengan lebih baik namun juga membuat kita sadar bahwa dunia ini bukan hanya hitam dan putih. You’ll find a beauty of the world in your open minded.

4. Stand up for anti-homophobia & transphobia.  Mulai dari ejekan-ejekan, jokes sampai dengan perlakukan yang membuat LGBT terdiskriminasi masih sering kali kita temukan di masyarakat. Jika sobat bronis melihat situasi tersebut, berdirilah untuk membela perspektif bahwa tidak ada seorangpun yang ingin dihina atau pantas mendapatkan perlakukan tidak adil. Katakan pada mereka, Apakah mereka juga ingin diperlakukan seperti itu ?

Sobat bronis, perlu kita ketahui bersama juga bahwa LGBT bukanlah sebuah penyimpangan atau penyakit menular (telah ditetapkan oleh WHO dan Kementrian Kesehatan RI). Jadi anggapan bahwa menjadi teman LGBT akan mendorong kita untuk menjadi bagian dari LGBT juga adalah salah besar. Dengan menjadi teman LGBT kita akan dapat menunjukkan kepada dunia bahwa berdampingan dalam perbedaan akan memberikan makna hidup bagi setiap orang. Bhinneka Tunggal Ika is our value, right ?

Oleh Setia Perdana
Monday, November 24, 2014

Remaja Homoseksual: Karena Saya Bukan Untuk DiBully

Sobat bronis, pubertas dalam remaja umumnya merupakan proses tantangan tersendiri bagi individu tersebut tanpa harus memperhatikan orientasinya mengarah ke heteroseksual maupun homoseksual. Pada masa ini,inisiasi diri pada remaja sebetulnya tidak hanya mengacu pada casing (tampilan luar) akan tetapi yang harus diperhatikan juga adalah kematangan psikologis. Setiap remaja mempunyai hak untuk mengenali siapa dia sebenarnya tanpa terhambat pertentangan baik dari pribadi maupun orang lain. Akan menjadi berbeda nampaknya jika remaja tersebut berorientasi menjadi seorang homoseksual. Reaksi keras akan dimunculkan para homophobia, baik dari keluarga, pergaulan, sekolah, maupun lingkungan masyarakat yang lebih luas dalam bentuk yang sering kita sebut dengan bullying.

Bullying : an act using power or strength to hurt a person or group of people verbally, physically, psychologically and making the victim feel oppressed, traumatized, and powerless (blog.imambrotoseno.com).

Dampak dari perilaku bullying pada remaja homoseksual bisa saja meningkatkan resiko untuk melakukan perusakan kesehatan yang didorong bukan karena perilaku seksualnya yang dikatakan masyarakat sebagai penyimpangan akan tetapi sebenarnya karena reaksi masyarakat yang menimbulkan motif tersebut, contohnya seperti ide dan upaya bunuh diri karena pada akhirnya tidak ada orang yang bisa memahami remaja tersebut. Bullying pada remaja juga bisa menimbulkan efek stress dan tertekan, yang akhirnya mendorong remaja untuk keluar (kabur) dari lingkungan aslinya (rumah,sekolah) dan ini adalah salah satu dari parameter gagalnya komunikasi dan interaksi sosial antara remaja dengan lingkungan-lingkungan dekatnya.

Keluarga adalah pintu pertama dari komunikasi, perannya sangat krusial. Mindset yang mendasar pertama kali adalah : Homoseksual bukan penyakit. Remaja homoseksual bukan orang yang sakit kejiwaan, adakah selama ini obat dengan dosis tertentu yang mampu menyembuhkan homoseksual ? Keluarga harus terbuka dengan anggota keluarganya bila memang ada salah satu yang homoseksual, supaya remaja tersebut merasa orientasi yang dipunyai itu tidak menimbulkan stress dan dia bisa diterima oleh keluarganya tersebut. Sebaiknya keluarga menciptakan ruang yang nyaman dan berkomunikasi dengan anaknya dan tentunya memberikan solusi-solusi yang terjadi jika terjadi masalah.

Perilaku bullying terhadap remaja homoseksual banyak sekali terjadi di lingkungan sekolah. Sudah sepantasnya pendidikan di sekolah bisa mewadahi informasi seksualitas. Keterbukaan terhadap informasi seks mempunyai manfaat yang banyak terhadap remaja yang mulai mengenal dirinya. Remaja dapat memperoleh pemahaman yang benar, hal ini bisa meminimalkan penyalahgunaan potensi seksual seperti kasus perkosaan, sodomi terhadap anak-anak dan lain-lain. Selain itu remaja juga akan dapat berpikir secara rasional, apa yang baik untuk dirinya sendiri, keluarganya, maupun lingkungan. Remaja homoseksual/ heteroseksual bisa menghargai seksualitas dan berusaha agar saling toleransi. Yang terakhir, keterbukaan akan ruang informasi seksualitas pada remaja akhirnya dapat menghormati perbedaan seksual dan impact-nya adalah remaja sadar, bullying itu tidak baik.
Sumber: "Kenalilah Remaja Anda" - FG Surbakti


Oleh Jude Manzano
Thursday, November 6, 2014

Tato : Seni dan Kesehatan

Sobat bronis, tato saat ini menjadi salah satu trend yang tidak pernah lekang oleh waktu, dari jaman pra-sejarah, hingga era Bu Susi Pudjiastuti.  Tidak berbatas pada beberapa kalangan, Tato justru diminati dari berbagai macam kalangan. Dari kelas preman hingga kelas menteri. Meski dari dulu timbul pro dan kontra ketika disangkut-pautkan dengan urusan agama. Begitu pula ketika stigma tentang tato dikaitkan dengan sobat bronis yang kebetulan memiliki tato dan orientasi seksualnya homoseksual. Semakin memunculkan stigma yang absurd. “Sudah gay, bertato pula, Sudah jelas banget itu dosa !” baiklah. Kita tidak akan membicarakan hal itu.

Sobat bronis, ngomongin soal tato, sebenarnya ada satu pertanyaan yang cukup mengganjal sih. Apakah kita sudah paham tentang dampak yang bisa terjadi jika kita salah mengambil langkah dalam hal ini ? Sebelum memutuskan untuk membuat tato, kayaknya sobat bronis perlu memahami risiko apa saja yang bisa terjadi akibat tato dan bagaimana mengatasi risikonya.

Sejarah Tato  
Kata tato berasal dari bahasa Tahiti yaitu Tatu yang berarti “menandakan sesuatu.”  Tato atau rajah adalah suatu tanda yang dibuat dengan memasukkan pigmen “asing” ke dalam kulit. Tato sudah menjadi budaya dari berbagai masyarakat dunia sejak jaman dulu.  
Tato bahkan sudah dilakukan sejak 3000 tahun SM oleh masyarakat Mesir kuno. Tato pertama kali ditemukan pada sebuah mumi yang terdapat di Mesir. Tato kemudian menyebar ke suku-suku di belahan dunia, termasuk suku Dayak di Kalimantan. Tato dipercaya sebagai simbol keberuntungan, status sosial, kecantikan, kedewasaan, dan harga diri. Namun tato berisiko untuk merusak kulit, sehingga bisa menimbulkan infeksi kulit atau komplikasi lainnya yang mungkin terjadi.

Reaksi alergi Pewarna tato, terutama merah, hijau, pewarna kuning dan biru dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit, seperti ruam yang gatal di lokasi tato. Hal ini dapat terjadi bahkan bertahun-tahun setelah kita mendapatkan tato.

Infeksi kulit, Yang bisa menyebabkan kemerahan, pembengkakan, nyeri, sakit dan  bernanah setelah tato.    Masalah kulit lainnya Seperti benjolan yang berada disekitar area tato yang disebut granulomas. Tato juga dapat menyebabkan keloid atau jaringan kulit tambahan yang tumbuh dibekas luka.  Penyakit melalui darah. Jika peralatan kurang steril juga bisa menyebabkan tertular penyakit yang dibawa dari darah, contohnya penyebaran virus HIV, tetanus, hepatitis B dan C,  dan lain-lain    Komplikasi Magnetic Resonance Imaging (MRI). Tato bisa menyebabkan bengkak atau kulit terbakar saat si pemilik tato menjalani pemeriksaan MRI. Tato permanen pada tubuh bisa memengaruhi gambar hasil pemeriksaan MRI ini.

Pastikan Siap, Pikirkan matang-matang sebelum memutuskan untuk membuat tato di tubuh sobat bronis. Pertimbangkan juga apakah sobat bronis ingin supaya tato-nya terlihat atau tersembunyi di bawah pakaian. Perlu diingat, bahwa penambahan berat badan, termasuk kelebihan berat badan (obesitas) bisa mempengaruhi penampilan tato.
Pastikan sobat bronis benar-benar siap dan bukan dalam tekanan, pengaruh alkohol atau obat-obatan.

Tetapkan desain tato, Jangan minum alkohol atau menggunakan obat-obatan di malam sebelum atau saat sobat bronis ditato. Pastikan sobat bronis melakukan tato di tempat atau dengan orang yang profesional.  Pastikan semua alat, jarum khususnya, berkualitas baik dan steril, serta sekali pakai. Perhatikan apakah studio tato itu memiliki mesin pembunuh kuman yang digunakan untuk mensterilkan semua alat atau instrumen yang digunakan.  Pastikan seniman tato mencuci tangan dan mengenakan sarung tangan steril.

Perawatan Tato Lepas perban setelah 24 jam. Oleskan salep antibiotik pada kulit tato sementara itu masih proses penyembuhan. Jaga kulit bertato tetap bersih. Gunakan sabun biasa dan air dan juga sentuhan lembut. Sementara mandi, hindari aliran langsung dari air pada kulit yang baru ditato.  Gunakan pelembab. Oleskan pelembab ringan pada kulit bertato beberapa kali sehari.
Hindari paparan sinar matahari langsung. Menjaga area tato dari paparan matahari setidaknya untuk beberapa minggu.  Pilih pakaian dengan hati-hati. Jangan memakai apapun yang mungkin bisa menempel pada tato. Biarkan hingga 2 minggu untuk penyembuhan.  Jika sobat bronis berpikir tato tersebut mungkin terinfeksi atau malah khawatir bahwa tato sobat bronis tidak sembuh dengan benar, hubungi dokter segera. Jika ternyata dikemudian hari tertarik pada penghapusan tato, tanyakan dokter kulit tentang operasi laser atau pilihan lain untuk menghilangkan tato sobat bronis. 



Oleh Fyan Abdullah

Monday, November 3, 2014

Haruskah Buru-Buru Coming Out ?

Tiga tahun lalu aku memutuskan untuk Coming out kepada keluargaku. Tanpa sebuah persiapan yang mantap aku hanya ingin mereka tahu bahwa aku, anaknya adalah seorang Gay. Apakah berjalan dengan baik ?, Tidak. Luapan emosi yang menyakiti hati muncul dari masing-masing kami. Perlu waktu bertahun-tahun untuk kembali mendekatkan kami. But im so blessed, because my mom is always there. Hal ini membuatku kuat untuk menunjukkan banyak pembuktian kepada keluarga dan mereka disekitar bahwa Gay is not define the whole me. It’s not define my capabilities, my skills, my knowledge and my care for others.

Is Coming out an important process ?, Yes. Tapi apakah kita dapat berstrategi pintar dalam melakukan proses coming out ?

Coming out adalah sebuah proses yang tidak dapat diulangi atau dipungkiri kembali di kemudian hari, sehingga keyakinan terhadap diri sendiri menjadi penting untuk terlebih dahulu dilakukan. Apakah kamu betul-betul bukan seorang heteroseksual ? Kita tidak bisa memahami hal ini hanya dengan eksperimen sebuah perilaku seksual yang pernah kamu lakukan. Pahami lebih mendalam siapa dirimu secara romantis, ketertarikan, emosi serta hasrat. Dan hal ini haruslah kita pahami dalam sebuah proses dan pengalaman hidup yang tidak tergesa-gesa. You know what, nowadays im thinking, maybe im a bisexual. Apakah aku dapat melakukan Coming out untuk yang kedua kali ? Tidak sesederhana itu.

Proses penerimaan diri menjadi langkah awal terpenting yang mesti didahulukan sebelum sobat bronis melakukan Coming Out. Apakah kita sudah betul-betul tahu siapa diri kita ? Apa sobat bronis sudah merasa nyaman ? Apakah kita masih sering menyalahkan diri karena orientasi seksual yang kita miliki ? Pikirkan dan selesaikan dulu konflik-konflik internal dalam diri tersebut sebelum kita melangkah untuk memilih Coming Out.

Seksualitas adalah suatu hal yang cair. Alfred C. Kinsey, seorang pakar kajian seksualitas sejak tahun 1948 dalam study-study-nya menunjukkan bahwa orientasi seksual manusia dapat digambarkan dalam skala 0 sampai 6. Angka Kinsey 0 untuk menunjukan mereka yang eksklusif heteroseksual dan angka Kinsey 6 menunjukan mereka yang eksklusif Homoseksual. Menurutnya setiap orang memiliki kecenderungan homoseksual, hanya saja dengan skala yang berbeda-beda. Sulit juga untuk memberikan label secara mutlak bahwa seseorang heteroseksual atau homoseksual, karena pada kenyataannya skala Kinsey pada tiap-tiap orang dapat berubah-ubah.



Oleh Setia Perdana
Thursday, October 30, 2014

- Copyright © BrondongManis -