Bronis, aktivitas seksual adalah hal yang menyenangkan. Apalagi jika dilakukan bersama pasangan dalam keadaan yang nyaman dan tanpa paksaan dari salah satu pihak. Tapi, kamu pasti tahu bahwa ada aktivitas seksual yang berisiko. Hal itu disebabkan hubungan seks tersebut dilakukan dengan cara yang tidak sehat atau berbahaya, misalnya anal seks tanpa kondom, rimming tanpa kondom, atau hubungan seks pada saat salah satu pihak dalam kondisi sakit.
Namun, bukan berarti aktivitas seksual dengan cara-cara yang wajar pun tidak berisiko. Hal tersebut dapat berisiko jika kamu dan pasangan tidak memperhatikan faktor kebersihan diri. Oleh karena itu, untuk mencegahnya, kamu dan pasangan harus memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan diri masing-masing. Selain melakukan perawatan dan menjaga agar kondisi tubuh tetap sehat, kamu juga perlu “akrab” dengan benda bernama antiseptik.
Antiseptik merupakan zat kimia yang digunakan untuk menghancurkan mikroorganisme, seperti bakteri dan kuman-kuman penyebab penyakit pada tubuh manusia. Ada berbagai macam bentuk aktiseptik yang biasa digunakan oleh orang, seperti rivanol dan betadine yang biasa digunakan untuk mengobati luka, alkohol, dan beberapa zat lain yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit akibat bakteri. Bagi kamu yang aktif melakukan aktivitas seksual, sebaiknya selalu menyediakan antiseptik dalam perlengkapan perawatan tubuh kamu sehari-hari.
Apa saja bentuk antiseptik yang diperlukan dan kegunaannya dalam mencegah risiko akibat hubungan seksual? Berikut bentuk antiseptik yang bisa kamu pergunakan sehari-hari. Minimal, kamu menggunakannya sebelum atau setelah melakukan aktivitas seksual.
1. Sabun antiseptik
Secara umum, sabun yang biasa digunakan sehari-hari dibedakan menjadi sabun kecantikan dan sabun kesehatan. Sabun kesehatan biasanya berupa sabun antiseptik yang dapat membunuh berbagai kuman penyebab penyakit, termasuk bakteri kulit. Kamu perlu menggunakan sabun antiseptik sebelum atau sesudah melakukan aktivitas seksual, baik saat mandi atau setelah buang air. Bagian yang paling penting untuk “dilindungi” oleh sabun antiseptik terutama tangan, alat kelamin dan area di sekelilingnya, serta dubur dan area sekelilingnya. Apabila organ intim kamu bersih dan higienis, maka risiko akibat hubungan seksual pun dapat dikurangi.
2. Hand-sanitizer
Bentuk antiseptik ini banyak dijual bebas di pasaran. Hand-sanitizer adalah antiseptik yang digunakan khusus untuk tangan. Fungsinya sama dengan antiseptik lain, yaitu membunuh kuman penyebab penyakit yang berada di tangan. Apalagi tangan merupakan organ tubuh yang rentan terkena bakteri akibat banyak menyentuh berbagai benda dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, transfer bakteri juga mudah terjadi karena banyak tangan banyak melakukan interaksi dengan organ tubuh orang lain, seperti bersalaman dan berpegangan.
Antiseptik ini perlu kamu miliki dan gunakan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas seksual. Tangan yang bersih dan higienis akan mengurangi risiko yang timbul saat berhubungan seksual. Misalnya, pada saat berhubungan seksual, baik secara sadar atau tidak, tangan akan menyentuh bagian-bagian sensitif pada pasangan, seperti menyentuh alat kelamin. Bahkan, jari-jari pun akan ikut aktif memberikan stimulus dengan menyentuh lidah atau bahkan lubang dubur.
3. Larutan antiseptik
Bentuk antiseptik lainnya yang perlu kamu gunakan adalah larutan antiseptik. Larutan ini digunakan melalui oral (mulut). Fungsinya, untuk membunuh kuman penyebab penyakit sekitar mulut dan tenggorokan. Antiseptik ini memiliki banyak kegunaan, seperti membersihkan gigi dan gusi, menyegarkan nafas, dan menjaga kebersihan lidah. Dengan menggunakan antiseptik ini, kamu dapat mengurangi risiko yang timbul saat berciuman dan melakukan seks oral.
Demikian beragam macam bentuk antiseptik yang dapat kamu pergunakan untuk mencegah timbulnya risiko akibat berhubungan seksual. Dengan selalu menggunakan antiseptik ini, maka kamu peduli pada kesehatan diri sendiri dan pasangan. So, keep clean and healthy, bronis!
(by: Fianisme)